Kenalan dengan 5 Jenis Termometer yang Paling Umum


Termometer tentu merupakan alat yang sudah tak lagi asing untuk Anda, kan? Alat pengukur suhu tubuh ini tersedia secara bebas di pasaran dan Anda bisa temukan banyak merek yang dijual. Contohnya alat termometer Omron.

Secara garis besar, termometer terbagi ke dalam dua jenis, yaitu termometer manual dan termometer digital. Meski demikian, ternyata masih ada lebih banyak jenis termometer lainnya yang juga tersedia di pasaran, lho! Apa saja, ya?

5 Jenis Termometer

Berikut ini adalah jenis-jenis termometer yang bisa Anda temukan. Simak penjelasannya dalam daftar berikut, ya!

1. Termometer digital

Seperti yang ditunjukkan oleh namanya, jenis termometer yang satu ini bekerja menunjukkan suhu tubuh secara digital. Lebih tepatnya, ada layar kecil pada bagian termometer yang berfungsi untuk menunjukkan suhu tubuh. Kalau dari bentuk, termometer digital ini mirip seperti termometer air raksa.

Pada termometer digital, ada sensor yang dipasang pada ujungnya. Sensor itulah yang akan bekerja membaca suhu tubuh begitu sensor menyentuh tubuh beberapa detik. Termometer digital dapat digunakan dengan cara diletakkan di bawah lidah (bibir tertutup), di anus, maupun di bawah ketiak atau lengan. 

2. Termometer air raksa

Termometer air raksa bekerja mengukur dan menunjukkan suhu tubuh menggunakan air raksa di dalamnya. Nantinya, air raksa ini akan bergerak naik dan berhenti pada angka suhu tubuh yang sesuai.

Saat ini, keberadaan termometer air raksa semakin terbatas karena memberikan risiko paparan merkuri yang tinggi. apalagi, termometer ini hanya bisa digunakan dengan cara diletakkan di bawah lidah. Selain itu, termometer air raksa yang sudah rusak juga tidak bisa dibuang sembarangan karena termasuk ke dalam kategori limbah medis.

3. Termometer telinga

Sesuai dengan namanya, termometer telinga digunakan dengan cara dimasukkan ke dalam telinga. Sebab, ada sinar inframerah pada termometer yang berfungsi untuk membaca panas tubuh di dalam telinga. Sedangkan hasil pengukurannya akan ditampilkan pada layar yang terpasang di alat, mirip seperti layar pada termometer digital.

Jenis termometer ini sangat direkomendasikan untuk mengukur temperatur tubuh bayi atau anak-anak karena jauh lebih mudah digunakan. Hanya saja, pastikan bahwa telinga bersih dari cairan dan tidak infeksi untuk akurasi hasil.

4. Termometer empeng bayi

Anda barangkali sudah bisa menebak bahwa jenis termometer yang satu ini punya bentuk seperti empeng bayi. Soalnya, termometer empeng bayi memang secara spesifik didesain untuk digunakan bayi maupun balita.

Cara penggunaannya pun mirip seperti penggunaan empeng bayi pada umumnya, yaitu dimasukkan ke mulut bayi dan diamkan selama beberapa saat. Meski begitu, pada praktiknya penggunaan termometer empeng bayi cukup sulit dan ada risiko hasil yang tidak akurat. Soalnya, bayi sering kali sulit diam.

5. Termometer dahi (thermogun)

Termometer dahi atau yang juga dikenal sebagai thermogun ini juga masuk ke dalam kategori termometer digital. Cara kerjanya mempergunakan sinar inframerah yang dipancarkan lewat sensor. Nah, sensor tersebut diarahkan ke dahi untuk membaca panas tubuh yang terpancar dari kepala.

Saat ini, penggunaan thermogun jadi semakin umum di tengah masyarakat. Penggunaannya yang sangat praktis dan minim kontak fisik membuatnya lebih disukai dibandingkan jenis-jenis termometer lainnya.

Rupanya, jenis termometer sangat beragam, ya! Kalau Anda biasanya pakai termometer yang seperti apa?

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama