Kamis, 18 November 2021


Perkembangan kognitif merupakan salah satu hal yang perlu diperhatikan dan dijaga oleh orang tua. Salah satu cara menjaga tumbuh kembang tersebut yaitu dengan menstimulasi  perkembangan pola pikir pada anak dengan berbagai aspek. Dibawah ini penjelasan singkat mengenai tumbuh kembang kognitif serta 4 aspek yang dapat menstimulasinya.

Apa itu Tumbuh Kembang Kognitif?

Kognisi merupakan kemampuan otak dalam mengembangkan segala kemampuan yang sifatnya rasional. Kemampuan yang dimaksud mencakup aspek pengetahuan, pemahaman, penerapan dalam kehidupan sehari-hari, analisis sebuah masalah, sintesis, dan pastinya penilaian yang berupa penghargaan serta evaluasi.

Sedangkan yang dimaksud dengan tumbuh kembang kognitif adalah suatu tahapan perubahan yang dapat terjadi dalam suatu rentang kehidupan manusia untuk dapat mengolah informasi, memahami, serta memecahkan suatu masalah. Tokoh yang pertama kali mempopulerkan teori ini adalah Jean Piaget, yaitu seorang ahli dalam bidang psikologi kognitif pada masa itu.

5 Aspek untuk Melatih Kognitif Anak

1. Atensi

Aspek pertama yang perlu diperhatikan untuk melatih perkembangan kognitif anak yaitu kognitif. Atensi atau perhatian merupakan suatu proses penangkapan informasi yang dilakukan dengan indera. Penangkapan informasi ini diikuti dengan proses mengingat pada otak si kecil yang kemudian akan diikuti dengan proses-proses lainnya.

Biasanya anak yang memiliki atensi baik, dapat memusatkan konsentrasinya pada suatu aktivitas yang dilakukannya. Misalnya menggambar, menyusun balok, maupun berinteraksi dengan kawan-kawannya. Kemampuan seperti ini sangat bagus buat tumbuh kembangnya terutama pada saat sekolah, karena kedepan anak akan selalu bersinggungan dengan materi akademis.

Menurut riset, bahwa kemampuan atensi yang sangat baik bagi si kecil yang berusia 1 hingga 2 tahun adalah sekitar 5 menit, usia 3 hingga 4 tahun 10 menit, dan untuk anak usia 4 hingga 5 tahun sekitar 15 menit. Namun yang perlu anda ingat adalah, saat anak masih masuk usia balita, kemampuan konsentrasinya tidak sebaik usia diatasnya. 

Selain itu jika balita juga masih berada pada tahap eksplorasi, yang artinya ia masih memiliki rasa ingin tahu yang besar. Maka dari itu anda selaku orang tua ada baiknya untuk selalu melatih perkembangan kognitif serta eksplorasinya. Caranya yaitu dengan komunikasi, membacakan cerita  dongeng, ataupun bermain dengan berbagai atribut warna-warna cerah.

2. Bahasa

Kemampuan bahasa ini sangat perlu untuk dilatih bagi balita sejak usia dini. Biasanya pada usia balita si kecil sudah memiliki kemampuan ekspresif atau berkata-kata, mengungkapkan emosi serta menyuarakan nada. Biasanya untuk anak usia 1 hingga 2 tahun kemampuan ekspresifnya masih sangat terbatas, namun kemampuan reseptif atau memahami apa yang disampaikan sudah berkembang.

3. Memori 

Memori ini merupakan kemampuan si kecil dalam mengumpulkan, menyimpan informasi serta mengeluarkanya dari apa yang sudah diterima. Kemampuan memori ini hampir sama dengan kemampuan mengingat pada umumnya. Melihat kemampuan memori balita masih sangat kurang, maka dari itu tugas orang tua yaitu lebih melatihnya setiap hari.

4. Problem Solving dan Psikomotorik

Tahap selanjutnya yaitu dengan mengajarkan pemecahan masalah. Caranya dengan memilih permainan yang berkaitan dengan pemecahan masalah. Dengan menggunakan permainan tersebut, perkembangan kognitif dan kemampuan psikomotorik anak juga akan berkembang. Seperti kemampuan anak untuk bertindak setelah mempelajari sesuatu.

Menstimulasi perkembangan otak sangatlah perlu untuk mengasah tumbuh kembang anak. Cara yang tepat guna melatih pertumbuhan kognitif tersebut bisa dengan melakukan 4 hal diatas. Prosesnya juga tidak bisa instan, sebab semuanya tergantung dengan stimulus yang anda berikan kepada anak, serta seberapa besar daya serap anak dalam menerima stimulus yang diberikan.

0 komentar:

Posting Komentar